Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
GAMBAR GURU IDEAL
Ilmu laksana sebuah dimensi mata koin yang memiliki 2 buah sisi.... sisi yang pertama berupa kebaikan bila kita gunakan ilmu tersebut guna membantu seseorang untuk mengamalkan nya ke jalan Alloh Azza wajalla... seperti untuk menyelesaikan kesulitan orang lain atau mengamalkan nya untuk mendapatkan ridho Illahi... Dan sisi lainnya dapat berupa keburukan pabila kita gunakan sesuai dengan hadist riwayat di atas... Di era moderen ini ilmu sudah sangat berkembang sekali layaknya sebuah pohon yang tumbuh besar sampai bertunas... Tetapi tiap bagian nya tidak bisa di gunakan oleh kebutuhan manusia . Itulah ilmu yang tidak mendapat barakah Ilahi.. contoh kongkrit adalah pabila seorang guru yang memiliki ilmu untuk merawat, mendidik serta mengayomi anak didik nya untuk menjadi manusia yang tidak hanya pintar tapi berbudi luhur juga berahlak mulia malah dia hanya berperan untuk menerangkan something yang sifatnya materi dan materi saja serta menganggap para peserta didiknya sebagai pembantunya saja.. Dia menganggap dirinya super hero yang di butuhkan bagi peserta didiknya sehingga tidak memikirkan perasaan para peserta didiknya, mengganggap para peserta didiknya ber IQ rendah selain hanya dirinya.... Dan paling parah mengajarkan paham liberal yang tak bermoral bersimpangan dengan pribadi muslim sejatinya.. Naudubillahiminzalik....

